Jasa Konveksi Polo Jogja Di Kecamatan Kraton

Jasa Konveksi Polo Jogja Di Kecamatan Kraton

Jasa Konveksi Polo Jogja Di Kecamatan Kraton. Harmoni 62 Jogja adalah konveksi di Jogja yang melayani pembuatan kemeja, pembuatan seragam, pembuatan kaos event, pembuatan kaos partai, pembuatan pakaian dinal luar, pembuatan pakaian dinas lapangan, pembuatan jaket olah raga, pembuatan jaket dinaslapangan dan lain sebagainya.  Kami siap meneripa pesanan pengadaan seragam dari instansi swasta maupun pemerintah juga siap menerima pesanan seragam dari perorangan.

kantor-harmoni-konveksi-jogja
Kantor Harmoni 62 Konveksi

konveksi-polo-jogja

Kami sudah banyak menerima pesanan dan mengerjakan pesanan seragam, kaos, jaket, pdl dan pdh dari instansi swasta, pemerintah pihak kampus pihak sekolah maupun mahasiswa di lingkup daerah Istimewa Yogyakarta dan lingkup Jawa dan Laur Pulau Jawa.

UntukLingkup Luar Pulau Jawa kami siap memngerjakna pesanan anda sekaligus mengirimkan melalui perusahaan ekspedisi hingg barang pesanan Anda terima sesuai dengan desain pesanan.

Lihat Juga : Gallery Pekerjaan Kami

Kami Sebagai konveksi kaos polo jogja menggunakan bahan bahan yang yang terbaik dengan kualitas jahitan yang kuat serta diakhiri dengan finishing yang teliti sebgai quality control kami yang sangat kami andalkan.

Kami harmoni komveksi 62 jogja memberikan layanan yang prima dan profesional dengan memberikan harga pembuatan pesanan anda dengan terjangkau.  Kualitas produksi, layanan dan ketepatan pembuatan sangat kami jaga demi kepuasan pelanggan

Sejarah Kaos Polo

Kaos polo adalah bentuk kemeja dengan kerah, garis leher saku rok dengan tiga kancing, dan saku opsional. Kemeja polo harus dikancingkan ke atas dan biasanya berlengan pendek; mereka awalnya digunakan oleh pemain polo selama 1920-an. [1]

Sejarah kemeja polo

Pada akhir abad ke-19, aktivitas luar ruangan menjadi penting bagi kelas penguasa Inggris. Celana Jodhpur dan kaos polo menjadi bagian dari lemari pakaian untuk olahraga yang berhubungan dengan kuda. [3] Kedua pakaian tersebut dibawa kembali dari India oleh Inggris, bersamaan dengan permainan polo. Kaos polo asli lebih seperti kemeja olahraga kancing kontemporer. Mereka berkancing, kemeja lengan panjang atau pendek, dibedakan dengan terbuat dari bahan yang lebih kasar daripada kemeja resmi dan menampilkan kerah berkancing untuk mencegah kerah berkibar saat menunggang kuda. Untuk alasan ini, Brooks Brothers memasarkan lini kemeja berkancing kain oxford sebagai “Polo Asli”.

Sejarah kemeja tenis

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, pemain tenis biasanya mengenakan “tenis putih” yang terdiri dari kemeja berkancing putih lengan panjang (dikenakan dengan lengan digulung), celana flanel, dan dasi . [4] [5] [6] Pakaian ini menghadirkan masalah untuk kemudahan bermain dan kenyamanan. [5]

René Lacoste , juara tenis tujuh kali Grand Slam Prancis , merasa bahwa pakaian tenis yang kaku terlalu merepotkan dan tidak nyaman. [5] Ia merancang kemeja piqué katun rajutan longgar (ia menyebutnya cotton weave jersey petit piqué ) kemeja putih, lengan pendek, dan kerah yang menonjol, saku rok berkancing, dan ekor kemeja lebih panjang di bagian belakang. di depan (sekarang dikenal sebagai “ekor tenis”; lihat di bawah), yang pertama kali ia kenakan pada kejuaraan AS Terbuka 1926. [4] [5] [6] [7]

Mulai tahun 1927, Lacoste memasang lambang buaya di dada kiri kemejanya, karena pers Amerika mulai menyebutnya sebagai “The Crocodile”, [8] [9] nama panggilan yang dianutnya. [4] [5] [6]

Desain Lacoste mengurangi masalah yang diciptakan oleh pakaian tenis tradisional: [4] [6] [7] [10]

  • lengan pendek dengan manset memecahkan kecenderungan lengan panjang untuk berguling ke bawah
  • kemeja harus dikancingkan ke atas
  • kerahpiqué bisa dipakai terbalik untuk melindungi kulit leher dari sinar matahari
  • kaos rajut piqué katun bernapas dan lebih tahan lama
  • “ekor tenis” mencegah kemeja ditarik keluar dari celana panjang atau celana pendek pemakainya

Pada tahun 1933, setelah pensiun dari tenis profesional, Lacoste bekerja sama dengan André Gillier , seorang teman yang merupakan pedagang pakaian, untuk memasarkan kemeja itu di Eropa dan Amerika Utara. [4] [5] [7] Bersama-sama, mereka membentuk perusahaan Chemise Lacoste , dan mulai menjual kemeja mereka, yang termasuk logo buaya bersulam kecil di dada kiri. [4] [5]

Kaos polo biasanya terbuat dari katun rajutan (bukan kain tenun ), biasanya rajutan piqué , atau lebih jarang rajutan interlock (yang terakhir sering digunakan, meskipun tidak secara eksklusif, dengan katun polos pima ), atau menggunakan serat lain seperti sutra , wol merino , serat sintetis , atau campuran serat alam dan sintetis. Versi panjang dari kemeja disebut gaun polo .

Terban, Sagan, Purbonegaran, Reksonegaran Kantor kecamatan Gondokusuman berlokasi di wilayah Kelurahan Demangan, tepatnya di Jalan Munggur Nomor 32 Yogyakarta

Ulasan Mengenai Kecamatan Kraton

Kraton (Hanacaraka:ꦏꦿꦠꦺꦴꦤ꧀, JawaKraton) adalah sebuah kecamatan di Kota YogyakartaProvinsi Daerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Kecamatan ini mencakup area di dalam Benteng Baluwerti Keraton Yogyakarta.

Keraton Ngayogyakarta HadiningratTaman Sari Yogyakarta, dan Alun-Alun Selatan Yogyakarta terletak di kecamatan ini. SUMBER

Ulasan Singkat mengenai Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta (bahasa Jawaꦝꦲꦺꦫꦃ​ꦆꦱ꧀ꦠꦶꦩꦺꦮ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, translit. Dhaérah Istiméwa Ngayogyakarta) adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kapanewon/kemantren, dan 438 kalurahan/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2[9].

Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menimbulkan penyingkatan nomenklatur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta sering dihubungkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walau secara geografis merupakan daerah setingkat provinsi terkecil kedua setelah DKI JakartaDaerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional, dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami beberapa bencana alam besar termasuk bencana gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006, erupsi Gunung Merapi selama Oktober-November 2010, serta erupsi Gunung KeludJawa Timur pada tanggal 13 Februari 2014. SUMBER

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat